Tantangan
Pengentasan Kemiskinan di Indonesia : Penurunan berkurang , ketimpangan
meningkat
Jakarta , 24 September 2014
- Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat telag membantu menekan angka kemiskinan.
- Sayangnya kecepatan penurunan angka kemiskinan berkurang, dan ketimpangan justru meningkat melebihi Negara-negara tetangga.
Kemiskinan dan ketimpangan : Masalh lebih besar daripada yang dibayangkan .
Meskipun Indonesia telah menjadi bagian dari 20 besar ekonomi dunia, seperempat penduduknya masih sangat rentan untuk kembali miskin.
Menurut pendapat saya, tingkat kemiskinan dapat meningkat disebabkan karena kurangnya fasilitas yang diberikan dan kurangnya ilmu pengetahuan yang dimiliki masyarakat kurang mampu sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat kurang mampu belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
Seperempat populasi di Indonesia jatuh miskin setidaknya sekali dalam tiga tahun.
Dan situasi menjadi semakin sulit ketika keluarga miskin mendapatkan uang yang sangat sedikit, sehingga untuk mengluarkan biaya kesehatan dan pendidikan pun belum terpenuhi.
Akhirnya anak-anak yang dihasilkan pun tidak terdidik dan tidak sehat, mereka pun terancam mewarisi kemiskinan ke generasi selanjutnya.
Situasi sperti ini sangat berbanding terbalik dengan masyarakat kelas atas yang mampu membiayai dan memenuhi kebutuhannya tanpa merasakan kekurangan dalam segi financial.
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk pengentasan kemiskinan , antara lain :
- Perbaikan akses pangan , kesehatan dan pendidikan bagi orang miskin.
- Penciptaan lebih banyak pekerjaan.
- Pembentukan jaringan pengaman sosial untuk melindungi mereka yang rentan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar