Togu
Simorangkir Pecinta Lingkungan dari Pulau Samosir
Nama : Togu Simorangkir
Pendidikan :
1. SMA Negeri 3 Pematang Siantar
2. Universitas Nasional – Fakultas Biologi (1999)
3. Oxford Brokes University – Primate Conservation (2003)
Pekerjaan :
1. Director of Yayorin (Yayasan Orangutan Indonesia) (2003 – 2010)
2. Founder of Yayasan ALUSI TaoToba (2009 – sekarang)
Togu Simorangkir, pecinta lingkungan dari Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, mendirikan Yayasan ALUSI TaoToba yang adalah sebuah organisasi lingkungan yang mempunyai visi “Kesejahteraan Masyarakat untuk Kelestarian Danau Toba”. ALUSI TaoToba ini dibentuk pada tanggal 18 Juni 2009 dengan tujuan untuk membantu melestarikan Danau Toba yang sudah semakin rusak oleh perilaku-perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab baik dari eksternal maupun internal. Kami percaya bahwa kelestarian Danau Toba akan terwujud jika masyarakatnya sejahtera terlebih dahulu. Untuk mewujudkan visi tersebut, ALUSI TaoToba akan melakukan 3 program utama yaitu Pendidikan, Lingkungan dan Penguatan Masyarakat.
Di bidang pendidikan Togu membangun dua sopo (rumah) belajar untuk menampung ratusan anak di Kampung Lontong, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara. Menerapkan pola bermain dan belajar, sedikit demi sedikit arti penting peduli lingkungan ditanamkan pada anak-anak.Lebih dari itu, Togu berhasil mengembangkan kepribadian anak-anak desa yang jauh dari keramaian ini menjadi anak-anak Indonesia yang percaya diri. Untuk mengembangkan dan membangun lebih banyak lagi sopo belajar, Pengurus Yayasan ALUSI Tao Toba itu dibantu beberapa teman relawan. Beruntunglah dalam aktivitasnya ini, Togu dibantu sejumlah teman. Karena memang kekurangan tenaga relawan menjadi salah satu kendala Togu mewujudkan mimpi, tetapi Togu tak berhenti sampai di sini. Masih banyak mimpi yang ingin dia raih.
Togu diundang ke Jakarta untuk menerima "SCTV Awards" dalam program Liputan6 menayangkan sosok pemuda Indonesia yang menginspirasi upaya pelestarian lingkungan.
"Saya diundang untuk hadir ke Jakarta, karena masuk nominasi Liputan6 SCTV Awards, dan penghargaan tersebut akan diberikan, hari ini, Jumat (25/5)," katanya di Pangururan.
Ia mengatakan, sebenarnya dirinya hanya memiliki keinginan yang sangat sederhana, yakni mengenalkan arti sadar lingkungan bagi anak-anak, mulai dari hal terkecil, sebab mereka akan menjadi calon-calon pemimpin masa depan yang berwawasan lingkungan. Namun, kata Togu, di luar sepengetahuannya, sebuah stasiun televisi yang dirangkum dalam berita siang SCTV mewawancarainya, untuk menayangkan sosok pemuda Batak yang peduli dengan lingkungan hidup, hingga terpilih menjadi kandidat Liputan6 Awards 2012. Menurut dia, selama hampir dua tahun dia mengabdikan hidupnya di Pulau Samosir, dengan membangun 'Sopo' (rumah) belajar yang menampung ratusan anak-anak serta menjalankan program gemar membaca dengan berbagai fasilitas yang sangat minim dan sederhana.
Ia menjelaskan, bertepatan hari bumi, 22 April 2012, Liputan6 Awards 2012 menayangkan aksi pengumpulan sampah yang dilakukan sejumlah aktivis pencinta lingkungan hidup dan anak-anak membersihkan jalan di Desa Lontung sampai ke Sopo Belajar, hingga berhasil membuat Pulau Samosir masuk nominasi Liputan6 Awards. Memang, lanjutnya, Daerah Samosir masih sangat minim sarana pendidikan non formal dan kegiatan ekstrakurikuler, meski pun kawasan Danau Toba itu merupakan objek wisata andalan yang cukup terkenal, sebagai danau vulkanik terbesar di Asia Tenggara. "Mendapatkan orang-orang yang tepat untuk mau berbagi merupakan hal yang sangat berat, apalagi harus tinggal di desa dan mau berbagi ilmu dan penyadaran lingkungan bagi anak-anak," katanya. Selanjutnya, kata Togu, dirinya mendirikan Yayasan Alusi Tao Toba, yang hingga kini terus menggalang dana untuk membangun Rumah Belajar di Kabupaten Samosir, guna mewujudkan peningkatan program pendidikan berwawasan lingkungan dan penguatan masyarakat di daerah itu. "Yayasan yang kami bentuk sejak 18 Juni 2009 ini terus mendedikasikan diri dalam mengembangkan kegiatan pemberdayaan masyarakat setempat, melalui program Samosir Membaca, dengan mengajak siapa saja untuk menjadi donatur," katanya.
ISD ( Ilmu Sosial Dasar )
Apa yang anda ketahui dengan ISD ?
ISD ( Ilmu sosial dasar ) adalah pengetahuaan yang menelaah masalah-masalah sosial, yang diwujudkan oleh masyarakat dengan menggunakan pengertian dari berbagai bidang ilmu-ilmu sosial contohnya sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, psiklogi social.
Tujuan dari ISD membantu perkembangan wawasan penalaran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan yg lebih luas dan ciri – ciri kepribadian yg diharapkan dari sikap mahasiswa, khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dlm menghadapi manusia lain, serta sikap dan tingkah laku manusia – manusia lain terhadap manusia yg bersangkutan secara timbal balik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar