Jumat, 10 April 2015

FAKTOR-FAKTOR NKRI

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertahanan Nasional.

   Letak geografis Indonesia yang strategis memiliki potensi ancaman yang kedepannya akan semakin kompleks. Sementara itu, di sisi lain stabilitas keamanan nasional belum kuat. Indonesia masih mengalami masa-masa transisi dan konsolidasi (politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan) menuju negara yang demokratis. Bentuk ancaman terhadap kedaulatan negara yang terjadi saat ini makin bersifat multi dimensional seiring dengan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, informasi, dan komunikasi, Oleh karena itu segenap bangsa Indonesia dituntut dapat mengatasi setiap ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan, baik yang datang dari dalam maupun luar negeri.


   Kedaulatan dan keutuhan NKRI merupakan harga mati, sehingga upaya untuk tetap menjaga negara tetap utuh dan berdaulat menjadi sangat penting. Tulisan ini akan bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor apa saja dan bagaimana peranan faktor kunci tersebut dalam menjaga pertahanan nasional. Pembahasannya meliputi pemaparan tentang pentingnya faktor yang dianalisis dalam pertahanan nasional dan menjelaskan data-data relevan yang terkait dengan faktor-faktor tersebut.



Penentuan Faktor Penting Dalam Pertahanan Nasional
   Untuk dapat membangun strategi dan kebijakan yang efisien, perlu diperhatikan faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap pertahanan nasional. Berdasarkan penelitian LIPI (2007), faktor yang mempengaruhi pertahanan yaitu: (1) anggaran pertahanan; (2) jumlah penduduk suatu negara; (3) ancaman konvensional dan non konvensional; (4) anggaran pertahanan negara lain; (5) kemampuan keuangan pemerintah; (6) harga alutsista; dan (7) jumlah personil sistem pertahanan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa anggaran pertahanan dipengaruhi secara positif oleh keenam faktor di atas. Namun dalam tulisan ini hanya dibahas tiga dari tujuh faktor penting yang perlu diperhatikan dalam upaya menjaga pertahanan yaitu ancaman konvensional dan non konvensional, anggaran pertahanan, dan jumlah personil sistem pertahanan. Faktor Ancaman Konvensional dan Non Konvensional
Ancaman merupakan segala bentuk gangguan langsung, tidak langsung, terlihat ataupun tidak terlihat terhadap kedaulatan; basis-basis vital nasional (ekonomi, militer, dan informasi); penduduk; teritorial, ataupun segala bentuk usaha serangan secara konvensional, inkonvensional, maupun asimetrik terhadap suatu bangsa dalam skala nasional (Widodo, 2003). Berikut ini merupakan tabel ancaman potensial yang menjadi sumber konflik.
Tabel 1. Ancaman Potensial Yang Menjadi Sumber Konflik

Sumber: Dispenad, Jakarta-Indonesia. 2003.

   Hampir semua ancaman potensial yang terdapat pada tabel 1 telah terjadi di Indonesia, misalnya peredaran obat-obatan. Indonesia disebut sebagai Surga Narkoba Dunia karena jumlah pengguna narkoba di Indonesia sekitar 3,8 juta orang (Statistik BNN, 2011) atau sekitar 1,5 persen dari total jumlah penduduk. Ancaman lainnya berupa gerakan separatis seperti lepasnya Timor Leste dari Indonesia, Gerakan Aceh Merdeka (GAM), upaya disintegrasi Papua, dan penguasaan Pulau Sipidan dan Ligitan oleh Malaysia.

   Koseptualisasi, operasionalisasi, dan kategori ancaman harus dapat dilihat secara holistik. Tujuannya agar negara dapat melihat dan memformulasikan secara komprehensif mengenai bentuk dan strategi pertahanan apa yang sesuai dalam upaya menghadapi ancaman. Adanya persamaan persepsi dan kebutuhan akan pertahanan dan keamanan negara menjadi lebih penting dari pada alutsista maupun personil pertahanan.

   Sejatinya masyarakat adalah garda pertahanan terdepan yang dapat menjaga keamanan negara. Kesadaran akan adanya ancaman konvensional dan non konvensional dapat menjadi stimuli terbesar yang dapat membuat berbagai pihak memiliki pola berfikir dan sikap untuk bersatu dan berusaha untuk melindungi tanah airnya secara bersama-sama.


Faktor Kekuatan Ekonomi
   Kekuatan ekonomi dalam tulisan ini diukur menggunakan pendekatan (proxy) anggaran pertahanan, Anggaran bersifat sangat penting karena akan menentukan kinerja sektor pertahanan. Sesuai dengan teori ekonomi, insentive system akan mempengaruhi performance. Namun hal tersebut sebenernya tidak akan sufficienttanpa asumsi adanya rasa kebangsaan dan nasionalisme yang tinggi.

   Selain itu, anggaran pertahanan menjadi penting untuk mewujudkan pertahanan nasional yang kuat, diperlukan prasyarat anggaran militer yang mencukupi. Namun, kemampuan pemerintah dalam menyediakan anggaran pertahanan memang sangat terbatas jika dihadapkan dengan kebutuhannya Efek negatifnya pembangunan pertahanan saat ini relatif belum dapat diperhatikan secara optimal sehingga kapabilitas pertahanan belum mampu untuk mencegah, mengantisipasi, dan mengatasi ancaman keamanan nasional.

   Anggaran pertahanan yang dikeluarkan tergantung pada kemampuan ekonomi masing-masing negara. Oleh karena itu untuk mengetahui bagaimana posisi anggaran pertahanan Indonesia jika dibandingkan dengan seluruh negara di dunia perlu dilakukan standardisasi dengan menggunakan analisis Z-Score yang diolah dengan menggunakan SPSS17.

Tabel 2. Postur Anggaran Pertahanan Indonesia Terhadap 171 Negara Tahun 2000 – 2011

Sumber: SIPRI Military Expenditure Database, 2012. Diolah.

   Berdasarkan hasil pengolahan data 171 negara, dapat diketahui bahwa dalam kurun waktu sebelas tahun anggaran pertahanan Indonesia berada pada kisaran 0,20490 s.d 0,13482 standar deviasi di bawah rata-rata anggaran pertahanan negara lain di dunia. Jadi, anggaran pertahanan Indonesia memang masih sangat minim jika dibandingkan dengan negara lain di seluruh dunia.

   Pertanyaan yang mungkin timbul adalah negara mana saja yang memiliki anggaran militer yang besar? kemudian adakah keterkaitan antara anggaran militer yang besar dengan kekuatan ekonomi yang dimiliki suatu negara?. Untuk menjawab pertanyaan tersebut dilakukan analisis penghitungan menggunakan variabel anggaran militer dan total populasi di dunia.

Tabel 3. Postur Anggaran Pertahanan Global Tahun 2011

Sumber: Global Fire Power,2012. Diolah.

   Berdasarkan postur anggaran pertahanan global di atas, pada tahun 2011 hingga saat ini Amerika Serikat tetap merupakan “market of the last resort” untuk semua negara. Posisi Amerika Serikat sebagai negara dengan kekuatan militer nomor satu mendorong dirinya melaksanakan posisi unilateralisme (tindakan sepihak). Negara-negara yang tergabung dalam G7 juga menguasai 64% dari total anggaran pertahanan di dunia, fakta tersebut memperkuat argumen hasil penelitian Pradhan (2010). Pradhan (2010) mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi mempengaruhi anggaran pertahanan dan anggaran pertahanan bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

   Perbedaan jumlah populasi dan kesenjangan Produk Domestik Bruto (PDB) yang tercermin dari pengeluaran untuk anggaran militer menyebabkan terjadinya disparitas atau kesenjangan antar negara. Negara anggota GNB, yang populasinya sekitar 28% memiliki anggaran pertahanan 23%. Sedangkan negara BRIC + Indonesia, yang populasinya mencapai 58% penduduk dunia, total anggaran pertahanannya hanya14% saja. Jelas terlihat bahwa negara dengan perekonomian tinggi (G7) sangat peduli dengan kekuatan militernya, hal ini tercermin dari anggaran pertahanan yang mereka miliki.


Faktor Jumah Personil Sistem Pertahanan

Tabel 4. Rasio Personil Pertahanan per Total Populasi 2011 (Selected Country)

Sumber: Global Fire Power,2012. Diolah.
*) Total personil pertahanan, tidak termasuk pasukan cadangan.
**) Sumber: Wikipedia

   Berdasarkan data pada tabel 4, dapat diketahui bahwa skor rasio ARMY/POP hampir sama untuk tiap negara yang dijadikan observasi. Namun untuk skor rasio ARMY/REG, Italia dan Inggris memiliki skor rasio tertinggi karena kuantitas personil pertahanan mereka miliki hampir sama dengan luas wilayah negaranya.

   Dalam ekonomi, kuantitas SDM yang banyak diperlukan, akan tetapi produktivitas tenaga kerja juga merupakan salah satu aspek penting untuk diukur untuk menilai kinerja. Dalam militer salah satu aspek yang harus mendapat perhatian adalah kuantitas tentara, tanpa mengesampingkan kualitas tentara. Kualitas atau skilltentara harus ditingkatkan seiring dengan upaya peningkatan kesejahteraannya.

   Poin yang dapat dikaji dari tabel 4 yaitu ketersediaan personil pertahanan tidak perlu terlalu banyak, namun jumlahnya harus optimal dalam memenuhi kebutuhan, dengan memperhatikan periode peak dan off peak. Perlu kajian lebih lanjut mengenai berapa jumlah TNI yang ideal harus tersedia untuk tiap luas wilayah dan jumlah penduduk. Untuk membantu personil pertahanan, rakyat (bagian dari total populasi) harus dapat berperan aktif dalam menjaga pertahanan negara, terutama dalam menghadapi perang non-militer.

   Secara umum pembahasan dalam tulisan ini dapat disimpulkan dan direkomendasikan sebagai berikut: (1) Dalam menghadapi ancaman, diperlukan persamaan persepsi dan kebutuhan akan pertahanan dan keamanan negara Masyarakat menjadi garda pertahanan terdepan yang dapat menjaga keamanan negara dari ancaman, oleh karena itu diperlukan kesadaran akan adanya ancaman yang dapat membuat berbagai pihak memiliki pola berfikir dan sikap untuk bersatu dan berusaha untuk melindungi tanah airnya secara bersama-sama; (2) pemerintah harus meningkatkan tingkat perekonomian agar porsi anggaran untuk pertahanan dapat dialokasikan lebih besar, mengingat rata-rata pengeluaran pertahanan Indonesia dalam kurun waktu 2000 – 2011 berada di bawah rata-rata dunia.Anggaran pertahanan yang optimal dan efisien dalam penggunaannya sangat penting untuk mewujudkan pertahanan nasional yang kuat; (3) kuantitas tentara perlu ditingkatkan sampai dengan tingkat yang ideal jika dibandingkan dengan jumlah penduduk dan luas wilayah. Porsi kuantitas tentara yang optimal harus diikuti dengan peningkatan kualitas dan kesejahteraannya. Jika ketiga faktor tersebut berhasil dengan baik, maka pertahanan nasional akan semakin kuat dan dapat terpelihara.

Selasa, 27 Januari 2015

Puisi Tentang Perkuliahan Gunadarma


GUNADARMA


Ditempat inilah ku raih
Harapanku..
Kuraih masa depanku..
Ku gapai cita-citaku..

Aku datang ke kampus ini

Untuk menimba ilmu..
Menambah wawasanku..
Menamah pengetahuanku..

Dan ,

Kuhabiskan separuh waktuku
Disini..
Ditempat inilah..
Kelak kan ku gapai cita-citaku..

Senin, 26 Januari 2015

Masalah Sosial dari Faktor Psikologi


MASALAH SOSIAL YANG DIPENGARUHI OLEH FAKTUR PSIKOLOGI


1. Pengertian Masalah Sosial
 
Seringkali kita mendengar mengenai masalah sosial, namun tidak tahu apakah definisi dari masalah sosial itu. Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.

Definisi dari Bapak Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidak sesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat. Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain : Faktor Ekonomi, Faktor Budaya, Faktor Biologis, dan
Faktor Psikologis.

2. Pengertian Masalah Sosial

Faktor ini berhubungan dengan masalah pola pikir suatu masyarakat atau pribadi tertentu yang bersinggungan dengan tatanan kehidupan sosial yang ada. Seperti misalnya aliran sesat dan pemahaman lainnya yang menyimpang dari ajaran agama yang jika diamati secara detail sangat tidak masuk akal. Masalah sosial yang satu ini tidak mudah menanganinya karena menyangkut soal keyakinan, sehingga butuh penanganan secara berkesinambungan dengan pendekatan-pendekatan yang bijak. Berikut ini adalah salah satu contohnya yaitu aliran sesat dan penyakit syaraf :

2.1 Aliran Sesat

2.1.1 Pengertian

Aliran sesat adalah aliran yang menyimpang dari norma keagamaan itu sendiri, meskipun mereka menganggap semua hal yang mereka yakini itu adalah suatu kebenaran, tapi pada kenyataannya mereka tetaplah salah. Mereka tidak mengakui Tuhan sebagai pencipta dari segala yang ada di jagad semesta ini, melainkan mereka mentuhankan hal-hal yang tidak masuk diakal seperti patung, pohon, benda-benda antik dan sebagainya.
Tapi diantara beberapa aliran sesat tersebut ada yang mengakui Tuhan itu ada, tapi pelaksanaannya tidak sesuai dengan tata cara agama yang telah ada sebelumnya, sehingga meskipun mengakui adanya Sang Maha Pencipta, namun tetap saja pelaksanaannya salah dan dapat dikategorikan menyimpang. Hal itulah yang memicu banyaknya penyimpangan sosial lain, baik berupa tindak anarkis ataupun asusila. Hal ini dikarenakan dalam beberapa ajarannya, aliran sesat ini biasanya membebaskan para pengikutnya untuk berbuat sesuatu yang melebihi norma dan kewajaran, seperti pemerkosaan, perampokan, pembunuhan, penganiayaan, dan lain sebagainya.

2.1.2 Contoh Aliran Sesat

a) Kerajaan Lia Eden (Salamullah)

Agama Salamullah adalah agama baru yang menghimpun semua agama, didirikan oleh Lia Aminuddin, umur 51 tahun tinggal di Jl. Mahoni 30 Jakarta Pusat. Ajaran Lia Aminuddin yang profesi awalnya perangkai bunga kering ini difatwakan MUI pada 22 Desember 1997 sebagai ajaran yang sesat dan menyesatkan. Pada tahun 2003, Lia Aminuddin mengaku mendapat wahyu berupa pernikahannya dengan pendampingnya yang dia sebut Jibril. Karena itu, Lia Aminuddin diubah namanya menjadi Lia Eden sebagai lambang surga, menurut kitabnya yang berjudul Ruhul Kudus. Pengikutnya makin menyusut, kini tinggal 70-an orang, maka ada "wahyu-wahyu" yang menghibur atas larinya orang dari Lia.

Pokok-pokok ajarannya :

Malaikat Jibril akan muncul lagi ke Bumi dan bersemayam di diri Lia, maka dimanapun Lia berada selalu bersama Malaikat Jibril as.
Lia mengakui menjadi juru bicara Jibril as. dan mengaku sebagai Nabi/Rasul.
Lia mengaku mendapatkan wahyu.
Lia mengaku mendapatkan mukjizat.
Agama yang dibawa oleh Lia bernama Salamullah / Agama Perenialisme yang menghimpun segala agama.
Lia mengaku sebagai Imam Mahdi.
Imam Mukti (anaknya) dianggap sebagai Nabi Isa as.
Abdul Rahman diyakini sebagai wa'sil/Imam besar.
Mencukur semua jenis rambut lalu membakarnya dianggap sebagai bentuk ibadah yang diperintahkan Jibril melalui Lia Aminuddin (seperti bayi yang baru lahir).

b) Ahmadiyah

Jemaat Ahmadiyah didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908 M) di India, mendapat dukungan dan kerjasama penuh dengan pemerintah kolonial Inggris waktu itu. Sekarang pun markas besar Ahmadiyah berada di London. Ahmadiyah masuk Indonesia tahun 1935 dan tersebar. Pusatnya sekarang di Parung Bogor. Mirza Ghulam Ahmad mendeklarasikan dirinya sebagai Imam Mahdi atau Al-Masih al-Mau'ud (Juru Selamat yang Dijanjikan). Bahkan para pengikutnya meyakininya sebagai nabi setelah Nabi Muhammad SAW.
Pokok-pokok ajarannya :

Mirza Ghulam Ahmad mengaku dirinya Nabi dan Rasul utusan Tuhan.
Mengaku menerima wahyu di India. Kitab suci mereka bernama Tadzkirah. Isinya memutarbalikkan ayat-ayat suci Al Qur'an, ayat yang awal diputar ke belakang, ayat yang satu disambung ayat lainnya sesuai dengan selera nabi India tersebut.
Mengakui Kitab mereka sama sucinya dengan Al Qur'an.
Wahyu tetap turun sampai hari kiamat begitu juga Nabi dan Rasul diutus sampai hari kiamat.
Mempunyai tempat suci sendiri yaitu Qadian dan Rabwah. Nabi Mirza tidak pernah naik haji ke Makkah.
Mereka mempunyai surga sendiri yang letaknya di Qadian dan Rabwah dan sertifikat kapling surga tersebut di jual kepada jama'ahnya dengan harga sangat mahal.
Wanita Ahmadiyah haram nikah dengan laki-laki bukan Ahmadiyah tetapi sebaliknya boleh.
Tidak boleh bermakmum dibelakang orang yang bukan Ahmadiyah.
Ahmadiyah mempunyai tanggal, bulan dan tahun sendiri yaitu Suluh,
Tabliqh, Aman, Syahadah, Hijrah, Ikhsan, Wafa', Zuhur, Tabuk, Ikha', Nubuwah, Fatah. Nama tahunnya adalah Hijri Syamsi (HS).

2.1.3 Cara Menanggulangi

Ada beberapa cara untuk menanggulangi aliran sesat ini. Berikut ini adalah beberapa factor yang harus kita perbaiki agar tidak mudah terjerumus kedalam aliran sesat yaitu :

a) Menguatkan keyakinan tentang agama dan prinsip kita
Aliran sesat ini mudah sekali menyerang kaum muda, terutama yang imannya selalu goyah. Maka dari itu hal yang paling pertama adalah dengan meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Tuhan, di Indonesia ini ada 5 agama yang telah diakui kebenarannya Katolik,Islam, Hindu, Budha, dan Kristen, ke-5 agama itu baik, agama tersebut yang menjadi simbol iman kita terhadap Sang Pencipta maka agama dan iman itu yang akan membentengi kita dari hal-hal menyimpang dan sesat, maka rajin lah untuk berdoa atas keyakinanmu, pahami dan perdalam ilmu keagamaanmu itu.
b) Menjaga pergaulan dan lingkungan
Peran orang-orang terdekat seperti orang tua dan lingkungan terdekat adalah hal yang ampuh untuk membentengi seseorang dari penyimpangan dan kesesatan. Kita harus bisa menjaga lingkungan sekitar kita agar tidak terjerumus kedalam kesesatan dan penyimpangan, kita harus bisa saling bertoleransi dan mengingatkan satu dengan yang lain, meskipun misalnya kita berbeda keyakinan. Tapi untuk saling mengingatkan tidak pernah ada yang namanya perbedaan. Orang tua juga harus selalu mengawasi dan membimbing anaknya agar dia menyadari mana hal baik dan buruk agar tidak tersesat dijalur yang salah.

2.2 Penyakit Syaraf

2.2.1 Pengertian

Saraf belakang dan otak terdiri daripada jaringan yang gampang rusak. Otak itu dilindungi oleh batok kepala sedangkan saraf belakang dilindungi oleh tulang belakang. Susunan saraf pusat ini bekerja dengan baik dalam keadaan normal. Tetapi apabila terserang penyakit atau tidak mendapat aliran darah, tugasnya akan terganggu, terutama kalau mendapat pukulan hebat atau terjepit. Apabila sebagian susunan saraf dikacaukan, yang lain juga akan menderita kekacauan itu.

Hal ini akan menyebabkan permasalahan sosial bagi yang menderitanya dan akan mengganggu lingkungan sekitar. Bisa jadi menyebabkan diskriminasi pada orang yang menderitanya.

Dalam hal kelainan saraf ini, biasanya pengobatan di rumah tidak tepat. Lebih lanjut lagi, hasilnya bergantung kepada cara pengobatannya apakah penyakit itu dirawat dengan tepat setelah ditemukan dalam waktu yang dini. Berikut ini merupakan macam-macam penyebab gangguan system syaraf yaitu :








a.Cacat dalam perkembangan.

Apabila susunan saraf dipengaruhi oleh kesalahan dalam perkembangan sejak lahir, akibatnya tergantung kepada bagian mana yang terkena atau menderita keparahan kerusakan itu. Hydrocephalus adalah contoh kerusakan dalam perkembangan otak yang mempengaruhi pusat saraf dimana pembesaran kepala disebabkan karena pertambahan cairan otak di dalam kepala.

b. Gangguan Infeksi atau Peradangan.

Ini akan mempengaruhi otak, saraf belakang, saraf lainnya sama seperti jaringan lainnya. Ada 2 contoh kelainan seperti ini : radang selaput otak dan penyakit lumpuh (pada anak-anak).

c. Gangguan-gangguan yang Bersifat Teknis, Metabolik dan Nutrisi.

Beginilah keadaannya jika susunan saraf dan seluruh tubuh dipengaruhi. Racun yang dihasilkan bakteri (seperti dalam hal tetanus, difteri, keracunan makanan kaleng), penyerapan bahan logam seperti timah, pemasukan bahan-bahan kimia seperti alkohol dan Narkoba dapat merusak otak dan jaringan tata saraf. Gangguan pertumbuhan seperti phenylketonuria (PKU) dan penyakit gula karena keduanya mempengaruhi susunan saraf. Susunan saraf sangat mudah terserang penyakit jika kekurangan vitamin dalam makanan seperti vitamin B.

d. Rusak Paksa.

Meskipun susunan saraf dilindungi oleh susunan tulang, namun kerusakan berat akan terjadi apabila kepala dan punggung terkena cidera. Dalam hal luka memar, jaringan otak yang sangat halus itu akan mendapat gangguan yang berbeda-beda karena mendapat tekanan atau ketegangan. Pendarahan di dalam otak atau di dalam saraf belakang dapat merusak jaringan disana, juga karena tekanan darah beku. Dalam beberapa cidera, akan terbentuk luka-luka yang besar yang akan mengganggu jaringan otak yang halus sehingga menimbulkan kejang-kejang. Kerap kali saraf itu robek.

e. Kelainan Pembuluh Darah.

Otak dan saraf belakang mendapat aliran darah yang cukup banyak. Ini diperlukan agar sel-sel jaringan yang aktif senantiasa mendapat zat asam dan bahan makanan. Apabila pembuluh darah menjadi rusak, maka otak dan saraf belakanglah yang lebih sering dan lebih cepat menderita secara serius daripada alat lainnya. Beberapa gejala tertentu seperti pikun akan diakibatkan oleh berkurangnya aliran darah ke dalam otak. Apabila dihentikan aliran darah ke dalam otak dan syaraf belakang, maka timbullah gejala bahwa bagian itu kurang berfungsi. Biasanya inilah yang menjadi latar belakang serangan otak dimana pembuluh darah itu tersumbat.

f. Tumor.

Tumor otak atau tumor syaraf belakang termasuk "jinak" kalau tidak menyerang jaringan disekitarnya atau "ganas" kalau menyerangnya. Tumor jinak pun dapat menimbulkan gejala serius yang dapat mengancam nyawa penderita karena menekan tata saraf disekitarnya. Dalam banyak kasus tumor otak dan tumor syaraf belakang, keadaan ini dapat ditanggulangi dengan membuang tumor tersebut secepatnya. Para ahli bedah otak sangat berpengalaman dalam mengatasi hampir semua bagian tata saraf.

2.2.2 Contoh:

a) Alzheimer
Penderita alzheimer memiliki kehilangan kontrol terhadap diri sendiri, selain itu penderita menjadi sangat pelupa dan sulit sekali mengingat kejadian, lokasi dan bahkan nama. Penyebab utama belum diketahui tetapi disinyalir merupakan penyakit akibat adanya trauma.

b) Down Sindrom
Sindrom Down adalah kelainan jumlah kromosom dalam sel yang paling umum. Sekitar 1 dari setiap 1.000 bayi terlahir dengan sindrom Down. Setiap tahun diperkirakan lebih dari 200.000 anak lahir di seluruh dunia dengan kondisi ini. Angka pastinya tidak tersedia, karena tidak ada pengumpulan data yang sistematis.
Sindrom Down adalah penyebab keterbelakangan mental yang paling umum. Anak-anak penyandang Sindrom Down seringkali kesulitan untuk belajar berbicara, sebagian karena mereka punya pendengaran buruk. Bahasa mereka kadang sulit untuk dipahami. Dalam banyak kasus, mereka perlu waktu lebih lama untuk memahami situasi dan hal-hal baru. Sebagai bayi, perkembangan motorik mereka tertunda. Mereka belajar merangkak atau berjalan pada usia yang lebih tua.
Ekstra kromosom dalam sindrom Down menyebabkan malformasi organ dan jaringan. Seberapa besar dampaknya terhadap kesehatan bervariasi dari orang ke orang.

2.2.3Cara Menanggulangi

Berikut ini adalah beberapa cara untuk menanggulangi penyakit syaraf yang sering terjadi :

a) Menjaga kebersihan dan selalu menjaga diri di tempat umum.

Hal ini akan menghindarkan kita agar tidak tertular penyakit yang syaraf yang dapat menular seperti meningitis dan penyakit lainnya. Dengan menjaga kesehatan juga dapat menghindarkan kita dari kelainan sel sperma dan ovum sehingga tidak menyebabkan kelainan syaraf pada anak kita. Dengan menjaga kesehatan juga menghindarkan kita dari penyakit tumor yang dapat menyerang syaraf.

b) Menghindari benturan pada kepala.

Benturan pada kepala dapat menyebabkan berbagai masalah diantaranya gegar otak dan hilang ingatan. Untuk itu keselamatan saat berkendara atau beraktifitas dengan resiko benturan kepala adalah penting.

c) Tidak mengkonsumsi obat terlarang dan hindari polutan.

Obat terlarang dapat menyebabkan berbagi penyakit berbahaya, diantaranya kanker atau dapat mematikan syaraf pada pengguna narkoba. Kanker yang tumbuh dekat dengan syaraf akan mematikan syaraf secara perlahan dan mempengaruhi kinerja otak. Polutan dan obat terlarang adalah racun bagi tubuh. Untuk itu kita harus hindari sebisa mungkin.

Manusia Sebagai Makhluk Berbudaya


PENJELASAN MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BERBUDAYA 


Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.

Budaya atau kebudayaan dalam Bahasa Belanda di istilahkan dengan kata culturur. Dalam bahasa Inggris culture. Sedangkan dalam bahasa Latin dari kata colera. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.

Berikut ini adalah beberapa pengertian budaya berdasarkan para ahli:
B. Taylor: 1871 berpendapat bahwa budaya adalah: Suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusilaan, hukum, adat istiadat, serta kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang dipelajari manusia sebagai anggota masyarakat.

Koentjaraningrat: 1979 yang mengartikan budaya dengan: Keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.

Manusia sebagai makhluk berbudaya yang berkemampuan menciptakan kebaikan, kebenaran, keadilan dan bertanggung jawab. Sebagai makhluk berbudaya, manusia mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan, baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat demi kesempurnaan hidupnya karena dengan berbudaya maka interaksi antar manusia akan terjalin secara nyaman.

Manusia sebagai makhluk berbudaya ini berkaitan dengan ilmu sosial dasar karena dengan berbudaya kita sebagai manusia bisa saling menghormati dengan adanya perbedaan. Berbudaya itu identik dengan adat setiap manusia di setiap wilayah yang berbeda, agama yang berbeda, ras, bahasa yang berbeda tiap daerah, dan yang paling khas adalah adanya kerajinan kesenian yang berada di tiap daerah khususnya negara tercinta ini Negara Indonesia. Kita tahu lah keberadaan geografis yang berbeda akan menjadikan antar masyarakat berbeda daerah ini kesulitan berbaur, tetapi dengan adanya bahasa Indonesia sebagai bahasa utama menjadikan perbedaan bukanlah suatu halangan berkomunikasi.

Kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Manusia sebagai makhluk berbudaya sudah pasti mempunyai kelebihan sebagai makhluk hidup yang diciptakan oleh Allah di muka bumi ini, karena manusia mempunyai ide dan gagasan yang dapat memajukan dunia dan tetap dengan menjadikan norma etika dan moral agar ide dan gagasan tersebut bukanlah suatu yang merugikan melainkan menguntungkan untuk sesama makhluk hidup, bagik manusia, hewan bahkan tumbuhan. Karena itu sekarang kita mempunyai slogan yang namanya “go green” karena itulah suatu ide dan gagasan yang bagus dan wajib kita lanjutkan dan lakukan di kehidupan sehari – hari.

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL

Manusia sejak lahir sampai mati selalu hidup dalam masyarakat, tidak mungkin manusia di luar masyarakat. Aristoteles mengatakan: bahwa makhluk hidup yang tidak hidup dalam masyarakat ialah sebagai seorang malaikat atau seorang hewan. Di India oleh Mr. Singh didapatkan dua orang anak yang berumur 8 tahun dan 1 ½ tahun. Pada waktu masih bayi anak-anak tersebut diasuh oleh srigala dlam sebuah gua. Setelah ditemukan kemudian naka yang kecil mati, tinggal yang besar. Selanjutnya, walaupun ia sudah dilatih hidup bermasyarakat sifatnya masih seperti srigala, kadang-kadang meraung-raung di tengah malam, suka makan daging mentah, dan sebagainya. Juga di Amerika dalam tahun 1938, seorang anak berumur 5 tahun kedapatan di atas loteng. karena terasing dari lingkungan dia meskipun umur 5 tahun belum juga dapat berjalan dan bercakap-cakap.jadi jelas bahwa manusia meskipun mempunyai bakat dan kemampuan, namun bakat tersebut tidak dapat berkembang, jika tidak ada lingkungan. Itulah sebabnya manusia dikatakan sebagai makhluk sosial. Di samping adanya hasrat-hasrat atau golongan instingtif pada manusia masih terdapat factor-faktor yang mendorong manusia untuk hidup bermasyarakat. Faktor-faktor itu adalah:
Adanya dorongan seksual, yaitu dorongan manusia untuk mengembangkan keturunan atau jenisnya.

Adanya kenyataan bahwa manusia adalah serba tidak bisa atau sebagai makhluk lemah. Karena itu ia selalu mendesak atau menarik kekutan bersama, yang terdapat dalam perserikatan dengan orang lain.
Karena terjadinya habit pada tiap-tiap diri manusia. Manusia bermasyarakat karena ia telah biasa mendapat bantuan yang berfaedah yang diterimanya sejak kecil dari lingkungannya.

Adanya kesamaan keturunan, kesamaan territorial, nasib, keyakinan/cita-cita, kebudayaan, dan lain-lain. Secara alamiah manusia berinteraksi dengan lingkungannya, manusia sebagai pelaku dan sekaligus dipengaruhi oleh lingkungan tersebut. Perlakuan manusia terhadap lingkungannya sangat menentukan keramahan lingkungan terhadap kehidupannya sendiri. Manusia dapat memanfaatkan lingkungan tetapi perlu memelihara lingkungan agar tingkat kemanfaatannya bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan. Bagaimana manusia mensikapi dan mengelola lingkungannya pada akhirnya akan mewujudkan pola-pola peradaban dan kebudayaan.

Manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial, karena ada faktor-faktor , yaitu:
Manusia yang taat kepada aturan dan norma.
Keinginan manusia untuk dinilai perilaku dan lainnya.
Kebutuhan manusia untuk melakukan interaksi.
Keinginan manusia untuk berkembang bersama teman dan dilingkungan sekitarnya.

Interaksi Sosial Kata interaksi berasal dari kata inter dan action.

Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik saling mempengaruhi antara individu, kelompok sosial, dan masyarakat. Interaksi adalah proses di mana orang-oarang berkomunikasi saling pengaruh mempengaruhi dala pikiran dan tindakan. Kita semua tahu dan pasti mengalami akan kebutuhan untuk berkomunikasi bersama teman, gebetan bahkan pacar. Karena di dalam suatu kehidupan itu, komunikasi sangatlah penting, karena tanpa adanya komunikasi maka tidak akan timbul yang namanya rasa sayang, kita harus inget dengan pepatah yang menyebutkan “tak kenal maka tak sayang”, jika kita tidak melakukan komunikasi maka kita tidak akan kenal jadi gimana mau sayang.

Dengan mengatakan “hai” itu sudah termasuk salah satu interaksi sosial, karena dengan adanya ucapan tersebut maka kita sudah melakukan interaksi yang terhubung antar 2 orang manusia, ya kalo Cuma sendiri ngomong “hai” itu mungkin dia sedang bercermin. Tetapi interaksi saat ini bukan hanya ketika kita bertemu langsung saja dan berpaspasan kepada orangnya, sudah ada media sosial yang sanggup membuat kita berinteraksi kepada “someone” tetapi ingat ketika kita menyapa lewat medsos tetapi hanya di R tanpa respon apapun berarti itu bukanlah suatu interaksi melainkan ketidak tertarikan dia kepada anda (pengalaman) karena interaksi itu adalah komunikasi yang mempunyai timbal baliknya.
Bentuk-bentuk Interaksi Sosial Bentuk-bentuk intraksi sosial dapat berupa kerja sama (cooperation) persaingan (competition), dan pertentangan (conflict). Suatu keadaan dapat dianggap sebagai bentuk keempat dari interaksi sosial, keempat pokok dari interaksi sosial tersebut tidak perlu merupakan kontinuitas dalam arti bahwa interaksi itu dimulai dengan adanya kerja sama yang kemudian menjadi persaingan serta memuncak menjadi pertiakain untuk akhirnya sampai pada akomodasi. Gilin and Gilin pernah mengadakan pertolongan yang lebih luas lagi. Menurut mereka ada dua macam pross sosial yang timbul sebagaiu akibat adanya interaksi sosial, yaitu:
Proses Asosiatif, terbagi dalam tiga bentuk khusus yaitu akomodasi, asimilasi, dan akulturasi.
Proses Disosiatif, mencakup persaingan yang meliputi “contravention” dan pertentangan pertikain.

Adapun interaksi yang pokok proses-proses adalah:
Bentuk Interaksi Asosiatif, Kerja sama (cooperation) Kerja sama timbul karena orientasi orang perorangan terhadap kelompoknya dan kelompok lainnya.

Sehubungan dengan pelaksanaan kerja sama ada tiga bentuk kerja sama, yaitu: pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih.

Cooperation, proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi, sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan Coalition, kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempynyai tujuan yang sama.
Akomodasi (accomodation) Adapun bentuk-bentuk akomodasi, di antaranya: Coertion, yaitu suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan.
Compromise, suatu bentuk akomodasi, di mana pihak yang terlibat masing-masing mengurangi tuntutannya, agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada.

Arbiration, suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak yang berhadapan tidak sanggup untuk mencapainya sendiri.

Meditation, hampir menyerupai arbiration diundang pihak ke tiga yang retial dalam persoalan yang ada.

Conciliation, suatu usaha untuk mempertemukan keinginan pihak yang berselisih, bagi tercapainya suatu tujuan bersama.
Stelemate, merupakan suatu akomodasi di mana pihak-pihak yang berkepentingan mempunyai yang seimbang, berhenti pada titik tertentu dalam melakukan pertentangan.
Adjudication¸ yaitu perselisihan atau perkara di pengadilan.

Bentuk Interaksi Disosiatif
Persaingan (competition) Persaingan adalah bentuk interaksi yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang bersaing untuk mendapatkan keuntungan tertentu bagi dirinya dengan cara menarik perhatian atau mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan kekerasan.
Kontraversi (contaversion) Kontraversi bentuk interaksi yang berbeda antara persaingan dan pertentangan. Kontaversi ditandai oleh adanya ketidakpastian terhadap diri seseorang, perasaan tidak suka yang disembunyikannya dan kebencian terhadap kepribadian orang, akan tetapi gejala-gejala tersebut tidak sampai menjadi pertentangan atau pertikaian.
Pertentangan (conflict) Pertentangan adalah suatu bentuk interaksi antar individu atau kelompok sosial yang berusaha untuk mencapai tujuannya dengan jalan menentang pihak lain disertai ancaman atau kekerasan. Pertentangan memiliki bentuk khusus, antara lain: pertentangan pribadi, pertentangan rasional, pertentangan kelas sosial, dan pertentanfan politik.

bentuk-bentuk proses sosialisasi seperti sosialisasi setelah masa kanak-kanak, pendidikan sepanjang hidup, atau pendidikan berkesinambungan;
Pola-pola Sosialisasi Pada dasarrnya kita mengenal dua pola sosialisasi, yaitu pola represi yang menekankan pada penggunaan hukuman terhadap kesalahan. Dan pola partisipatori yabg merupakan pola yang didalamnya anak diberi imbalan manakala berperilaku baik dan anak menjadi pusat sosialisasi.
Masyarakat dan Komunitas Masyarakat itu merupakan kelompok atau kolektifitas manusia yang melakuakn antar hubungan, sedikit banyak bersifat kekal, berlandaskan perhatian dan tujuan bersama, serta telah melakukan jalinan secara berkesinambungan dalam waktu yang relatif lama. Unsur-unsur masyarakat yaitu: kumpulan orang, sudah terbentuk dengan lama, sudah memiliki sistem dan struktur sosial tersendiri, memiliki kepercayaan, sikap, dan perilaku yang dimiliki bersama, adanya kesinambungan dan pertahanan diri, dan memiliki kebudayaan.

Suatu interaksi sosial yang sudah terstruktur sejak lama dalam kehidupan sekitar:
Masyarakat Setempat (community) Masyarakat setempat menunjukan pada bagian masyarakat yang bertempat tinggal disatu wilayah dengan batas-batas tertentu dimana faktor utama yang menjadi dasarnya adalah interaksi yang lebih besar diantara anggota-anggotanya, dibandingkan interaksi dengan penduduk diluar batas wilayahnya.
Masyarakat Desa dan Masyarakat Kota Menurut Soerjono Soekamto, masyarakat kota dan desa memiliki perhatian yang berbeda, khususnya terhadap perhatian keperluan hidup. Di desa, yang diutamakan adalah perhatian khusus terhadap keperluan primer, fungsi-fungsi yang lain diabaikan. Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang harus/wajib terpenuhi, artinya apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, maka manusia akan mengalami kesulitan dalam hidupnya. Contoh: sandang (pakaian), pangan (konsumsi), papan (tempat tinggal),pendidikan dan pekerjaan(sifatnya opsional).


Lain dengan pandangan orang kota, mereka melihat selain kebutuhan pokok, mereka melihat selain kebutuhan pokok, pandangan sekitarnya sangat mereka perhatikan. Contoh salah satunya adalah kebutuhan Kebutuhan sekunder yang pemenuhannya setelah kebutuhan primer terpenuhi, namun tetap harus dipenuhi, agar kehidupan manusia berjalan dengan baik. Contoh: pariwisata, rekreasi, hiburan. Ada juga kebutuhan Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi. Contoh: mobil, motor, komputer, handphone, tablet, dll.
Masyarakat Multikultural Perlu diketahui, ada tiga istilah yang digunakan secara bergantian untuk mengambarkan masyarakat yang terdiri atas agama, ras, bahasa dan budaya yang berbeda, yaitu pluralitas, keragaman, dan multikultural. Konsep pluralitas menekankan pada adanya hal-hal yang lebih dari satu (banyak). Keragaman menunjukan bahwa keberadaanya yang lebih dari satu itu berbeda-beda, heterogen, dan bahkan tidak dapat dipersamakan. Sementara itu, konsep multikultralisme sebenarnya merupakan konsep yang relatif baru. Inti dari multikulturalisme adalah kesediaan menerima kelompok lain secara sama sebagai kesatuan, tanpa memperdulikan perbedaan budaya, etnik, gender, bahasa ataupun agama. Jadi, apabila pluralitas hanya menggambarkan kemajemukan, multikulturalisme meberikan penegasan bahwa dengan segala perbedaannya itu mereka adalah sama diruang publik.

Pengaruh Multikultural Terhadap Kehidupan Beragama, Bermasyarakat, Bernegara dan Kehidupan Global Problematika yang muncul dari keragaman yaitu munculnya berbagai kasus disintegrasi bangsa dan bubarnya sebuah negara, dapat disimpulkan adanya lima faktor utama yang secara gradual bisa menjadi penyebab utama proses itu, yaitu: kegagalan kepemimpinan, krisis ekonomi yang akut dan berlangsung lama, krisis politik, krisis sosial, dan intervensi asing. Realitas keragaman budaya bangsa ini tentu membawa konsekuensi munculnya persoalan gesekan antar budaya, yang mempengaruhi dinamika kehidupan bangsa sebagai kelompok sosial, oleh sebab itu kita harus bersikap terbuka melihat semua perbedaan dalam keragaman yang ada, meenjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan, dan menjadikan keragaman sebagai kekayaan bangsa, alat pengikta persatuan seluruh masyarakat dalam kebudayaan yang beraneka ragam.