Senin, 17 November 2014

Kesenjangan sosial


Kesenjangan sosial

Kesenjangan sosial adalah suatu keadaan ketidak seimbangan sosial yang ada di masyarakat yang menjadikan suatu perbedaan yang sangat mencolok. Dalam hal kesenjangan sosial sangatlah mencolok dari berbagai aspek misalnya dalam aspek keadilanpun bisa terjadi.

Antara orang kaya dan miskin sangatlah dibedaan dalam aspek apapun, orang desa yang merantau dikotapun ikut terkena dampak dari hal ini,memang benar kalau dikatakan bahwa “Yang kaya makin kaya,yang miskin makin miskin”. Adanya ketidak pedulian terhadap sesama ini dikarenakan adanya kesenjangna yang terlalu mencolok antara yang “kaya” dan yang “miskin”. Banyak orang kaya yang memandang rendah kepada golongan bawah,apalagi jika ia miskin dan juga kotor, jangankan menolong, sekedar melihat pun mereka enggan.

Contoh kesenjangan sosial yakni :
Kemiskinan
Menurut Lewis (1983), budaya kemiskinan dapat terwujud dalam berbagai konteks sejarah, namun lebih cendrung untuk tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat yang memiliki seperangkat.

kondisi:
1.  Sistem ekonomi uang, buruh upahan dan sistem produksi untuk keuntungan.
2.  Tetap tingginya tingkat pengangguran dan setengah pengangguran bagi tenaga tak terampil
3.  Rendahnya upah buruh.
4.  Tidak berhasilnya golongan berpenghasilan rendah meningkatkan organisiasi sosial, ekonomi dan politiknya secara sukarela maupun atas prakarsa pemerintah.
5.  Sistem keluarga bilateral lebih menonjol daripada sistem unilateral, dan
6.  Kuatnya seperangkat nilai-nilai pada kelas yang berkuasa yang menekankan penumpukan harta kekayaan dan adanya kemungkinan mobilitas vertical, dan sikap hemat, serta adanya anggapan bahwa rendahnya status ekonomi sebagai hasil ketidak sanggupan pribadi atau memang pada dasarnya sudah rendah kedudukannya. 

Didalam tugas saya kali ini saya akan mengangkat tema tentang kemiskinan yang terjadi di Indonesia contohnya seorang pengemis. Dan saya diberikan kesempatan mewawancarai salah seorang pengemis yang berada di sekitaran stasiun Pondok Cina.
Sebut saja beliau Pak Slamet, usia pak slamet sudah sangat tua. Tubuhnya yang sudah kurus kering mengharuskannya untuk mengemis dijalanan demi menghidupi keluarganya dirumah. 

Karena tidak ada jalan lain lagi selain untuk mengemis. Sebenarnya beliau memiliki anak yang sudah bekerja, namun anaknya pun tidak sanggup untuk memenuhi kebutuhan pak slamet. Anak pak slamet yang sudah bekerja pun saat ini hidupnya jauh dari pak slamet. Pak slamet sebenarnya tidak ingin jauh dari anaknya itu namun kalo tidak begitu anak pak slamet tidak akan bekerja dan tidak bisa menghidupi anak dan istrinya.
Dan pak slamet hanya bisa menahan rindu kepada anaknya tersebut, karena anaknya pun tidak memiliki waktu untuk menegok pak slamet.

Penghasilan yang tidak seberapa pak slamet harus dapat memenuhi kebutuhannya, apalagi saat ini kebutuhan pokok sangat mahal. Terkadang pak slamet seharian tidak makan karena penghasilannya tidak cukup. Apalagi tempat beliau mengemis sangat jauh dari tempat beliau tinggal, beliau mengemis di depok dan rumah beliau berada di cilebut, dan untuk sampai ke depok beliau harus menempuh perjalanan menggunakan alat transportasi kereta.
Sebenarnya beliau inginnya mengemis disekitaran cilebut agar dekat dengan tempat tinggalnya namun karena di cilebut  tidak ada tempat untuk mengemis, beliau terpaksa harus mengemis di stasiun Pondok Cina. 

Beliau mulai mengemis dimulai dari jam 2 siang sampai jam 11 malam, dan paginya beliau pergunakan waktunya untuk beristirahat dirumah karena badannya yang sudah rentan.


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqNOcBTdudWxvw0MuC4mXX6fJ4C2U9PFP960hgMRZDtXINL83wSSzJ-i6Pk_AqNC1naKBspEIokLQg35SI5VUjUtkGH9MBX5IzOTu-hhMwmIk8fjXi025FIT5OZfqSsAoPxqPxdcpSqpE/s1600/IMG_20141118_114258.jpg


Menurut Pendapat saya :
Sungguh miris sekali nasib pak slamet yang diusianya sudah rentan beliau harus bekerja keras untuk menjadi seorang pengemis.

Seharusnya orang seperti beliau mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah , karena sudah seharusnya orang seperti beliau dibantu untuk memenuhi kebutuhannya.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar