DAMPAK BAIK & DAMPAK BURUK MEDIA SOSIAL
Posted on 21 Januari 2015 under TakBerkategori
Hai sobat, salam super (berasa mario
teguh) haha. Saya mau mencoba sharing aja nih mengenai masalah media sosial yang
kita gunakan sehari-hari bahkan mungkin tiap saat, yaaa sama lah kaya gue juga
begitu. Kalian tau gak sih, kalo di era modern sekarang ini, kehidupan kita
sudah sangat bergantung sama yang namanya gadget dan media sosial? Gue jamin
sih pasti ngerasa lah ya, apalagi dimana-mana tangan dan mata ngeliatnya
gadget, langsung berasa kaya orang autis yang di panggil gak nyaut-nyaut dan
udah berasa ngomong sama tembok yang Cuma diem tak bersuara.
Media sosial adalah tempat kita untuk
mencari teman dan bahkan dapat mempertemukan teman lama yang sudah lama sekali
tidak bertemu bahkan hilang komunikasi bertahun – tahun. Saya juga
mengalaminya, setelah 10 tahun saya bertemu dengan teman lama ketika SD yang
benar – benar lose contact sama sekali setelah lulus SD dikarenakan dia tinggal
di yogyakarta.
Media sosial itu bisa mendekatkan yang
jauh dan mengeratkan yang dekat, luar biasa bukan kehebatannya. Selain bisa
bereunian kita juga dapat sharing informasi yang akan cukup bermanfaat, contoh
misalnya ada teman kita yang update status mengenai lowongan kerja, itu akan
sangat berguna bagi temannya yang melihat dan kebetulan memang sedang
membutuhkan dan bisa juga untuk mendapatkan bantuan atau menyumbangkan harta
jika ada musibah yang melibatkan teman yang dikenal bahkan bencana – bencana
yang terjadi di sekeliling kita. Media sosial bukan saja media sosial, tapi
bisa menjadikannya wadah untuk melakukan tindakan sosial dan solidaritas antar
sesama karena manusia itu adalah makhluk sosial yang diciptakan oleh Allah.
Manusia tanpa manusia lain, ibarat bagai sayur tanpa garam.
Jika kalian bermain twitter, pasti akan sering melihat trending
topic yang tertera di halaman tersebut. Coba jika adanya bencana atau peristiwa,
langsung akan menjadi trending topic dikarenakan manusia itu sebenarnya adalah
masyarakat yang sangat perduli akan sesama meski jarak yang memisahkan antara
mereka #eeeaaaa . Info pun dengan mudah kita dapatkan dengan adanya media
sosial, mengapa? Karena jika ada yang mengirim suatu link, kita dengan mudah
membuka karena semua sudah terintegrasi oleh internet dan inget harus punya
kuota internet dulu kalo mau browse ya, kalo gak ada kuota itu link pasti eror.
Pernah gak sih kalian punya teman yang akhirnya menikah karena
mereka bertemu melalui media sosial yang kemudian bertemu, berpacaran walaupun
lebih sering melalui media tersebut dari pada bertemu tetapi akhirnya mereka
menikah. Saya punya teman wanita yang mengalami peristiwa itu, dia bercerita
awal perkenalannya adalah ketika masih jamannya Mxit.
Itu kalo gak salah sekitar tahun 2004an lah jamannya mxit, pokonya
ketika itu saya masih baru – baru kelas 1 SMA deh dan masih jaman symbian
(nokia) sama java (sony ericsson). Dan teman saya itu menikahnya di tahun 2013
(kalo gak salah) yang sudah mulai eranya bbm, whatsapp, line, facebook, twitter
dsb. Hebat banget yah pengaruh dari media sosial itu. Saya juga dulu sempat
mempunyai pacar orang bandung yang berawal kenal dari friendster tapi baru 2010
saya lebih dekat lagi karena berganti dengan facebook yang mempunyai fasilitas
chat yang membuat berani minta nomor, pdkt, jadian, ketemuan, jalan – jalan
walaupun akhirnya setelah 3 tahun saya di selingkuhin dan putus.
Di media sosial kita dapat mengetahui siapapun yang ingin kita
ketahui selama akun medsos tersebut tidak di hide oleh orang yang bersangkutan
loh (bagi jiwa stalker). Biasanya sih para stalker itu adalah barisan jiwa yang
sakit hati entah di putusin atau di kasih harapan kosong atau bisa juga di
gantungin (ini ngebahas medsos atau curhat sih) wkwkwk. Tapi alhamdulillah saya
bukanlah stalker karena kebetulan sukses move on karena dibantu dengan
kesibukan kerja yang ketika itu membanjiri saya. Tetapi tidak dengan sebagian
teman saya yang hidupnya galau dikarenakan di selingkuhi dan mengetahui di
selingkuhinya juga dari medsos, duuhh #miris banget deh sampai saya sedih dan
risih melihatnya selalu melihat update dia yang galaunya bukan main, sampai
saya punya pikiran untung memberikannya karangan bunga dan mengajak
mengheningkan cipta. Haha (sory Out Of Topic) tapi ada sangkut pautnya loh
dengan kehebatan medsos yang dapat membongkar kebobrokan seseorang.
Di lain pihak saya sebenarnya tidak terlalu mengapresiasi
penggunaan media sosial ini dikarenakan akan membuat kita menjadi tidak percaya
diri ketika berbicara langsung dikarenakan terlalu terbiasa mengetik di chat
dibandingkan berbincang secara langsung dan bertatap muka. Okelah kita bisa
lebih dekat dengan orang ketika jauh, tetapi ketika posisi dekat apakah akan
berani sedekat seperti di chat mereka? Saya rasa tidak semua akan bisa seperti
itu. Ketika saya kecil, untuk bermain atau sekedar ngumpul bersama teman –
teman itu yang saya lakukan adalah langsung menghampiri rumah teman saya tersebut
dan memanggilnya contoh : “lambaaaannngg main yuuukk” disana kita akan langsung
tau jawabannya karena yang muncul entah orang tuanya atau orangnya yang di
panggil, nah coba sekarang yang sudah jaman modern contoh : “ping!. Cuy ngumpul
yuk” nah di sisi inilah yang membuat perkembangan media sosial itu menjadi
condong buruk, karena walaupun rumah dekat kita tetap saja menghubungi melalui
chat. Chemistry nya itu loh yang berbeda.
Dan sekarang kalian yang melihat blog dan video ini saya
mengharapkan kesadaran bagi kalian jika dunia maya tidaklah seindah dengan
dunia nyata yang kita hadapi sehari – hari dan tiap saat. Jadi cobalah ketika
anda sedang berjalan atau dimanapun berada, usahakan kurangi yang namanya
bergantungan dengan gadget dan media sosial yang memenuhi aktivitas anda sehari
– hari karena ada yang lebih bermanfaat dibandingkan dengan selalu mengikuti
keinginan untuk stay dengan media sosial di gadget. quote yang cocok adalah
“jangan biarkan gadget mengontrol kehidupan anda”.
Mungkin segini aja sharing saya mengenai masalah media sosial,
maaf jika ada salah – salah kata karena saya ini adalah bloger pemula dan
amatir dibanding suhu – suhu bloger sekalian. Semoga kita bisa menjadi lebih
baik dalam memanage masalah media sosial yang menghantui.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar